KEGIATAN USAHA PRODUKSI DAN PENGOLAHAN GARAM DI KOTA BONTANG
Peserta terdiri dari pembudidaya/kelompok usaha garam, pemerhati
lingkungan, nelayan dan PPL Kota Bontang. Selain itu dalam kegiatan ini juga
turut hadir Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati. Kegiatan ini
merupakan salah satu kegiatan Reklamasi dan Jasa Kelautan yang pelaksanaannya
diketuai oleh Vito Yuwono. Bertempat di Balai Sekaya Maritim (BSM) Bontang, kegiatan secara
resmi dibuka oleh Najirah, Wakil Wali Kota Bontang. Dalam sambutannya Najirah
menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi
Kalimantan Timur atas pelaksanaan kegiatan Usaha Produksi dan Pengolahan Garam
ini. “Garam yang ada di Bontang saat ini mayoritas berasal dari daerah
Jawa dan Sulawesi, tidak menutup kemungkinan jika pengolahan usaha garam di
wilayah Kaltim benar-benar dilaksanakan sesuai dengan arahan teknis
pengolahannya, maka kita bisa bersaing baik dari segi kualitas maupun
kuantitas,” paparnya. Selanjutnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan
Timur, Riza Indra Riadi, mengungkapkan bahwa peluang usaha garam di Kalimantan
Timur khususnya di Kota Bontang masih sangat besar karena Indonesia sendiri
masih melakukan impor garam hingga saat ini. “Bontang ini terkenal dengan produksi ikan
asinnya, sehingga kebutuhan akan garam masih cukup tinggi” ungkapnya. Dilanjutkan keesokan harinya, Selasa (25/05/2021) sesi penyampaian
materi dan diskusi dengan peserta dimoderatori oleh M. Ali Aripe, Kepala Bidang
Pengelolaan Ruang Laut DKP Prov. Kaltim. Rachmadian Noviansjah dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Prov. Kaltim menyampaikan materi tentang Mekanisme
dan Alur Perizinan Melalui OSS untuk Proses Izin Lokasi Perairan dan
Pengelolaan di Ruang Laut untuk Usaha Garam. Kemudian penyampaian materi
dilanjutkan oleh Burhan Kurniawan dari Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kaltim, dan
materi sesi terakhir disampaikan oleh Kustanto dari Balai Pelatihan dan
Penyuluhan Perikanan Tegal yang menjelaskan tentang tata cara produksi garam
sistem tunnel dan cara pengolahannya, dari bahan baku hingga pengemasan. Sebagai penutup peserta dibawa menuju Balai Benih Ikan Pantai (BBIP)
Tanjung Laut untuk melihat lokasi tunnel garam.
“Dua tahun yang lalu kami sudah melakukan produksi garam sistem
tunnel, akan tetapi karena sempat ada badai, tunnel-tunnel yang ada menjadi
rusak,” ujar Ali Akbar, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan
Pertanian Kota Bontang. “Mudah-mudahan peserta yang mengikuti pelatihan ini
dapat menjadi cikal bakal masyarakat Bontang untuk bisa mengembangkan lagi usaha
garam,” tambahnya.
BONTANG - Dalam rangka mengembangkan
potensi usaha produksi garam di Kalimantan Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan
Provinsi Kalimantan Timur pada Senin, 24 Mei 2021 menyelenggarakan kegiatan
Usaha Produksi dan Pengolahan Garam di Kota Bontang.






