KEGIATAN USAHA PRODUKSI DAN PENGOLAHAN GARAM DI KOTA BONTANG

BONTANG - Dalam rangka mengembangkan potensi usaha produksi garam di Kalimantan Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur pada Senin, 24 Mei 2021 menyelenggarakan kegiatan Usaha Produksi dan Pengolahan Garam di Kota Bontang.

Peserta terdiri dari pembudidaya/kelompok usaha garam, pemerhati lingkungan, nelayan dan PPL Kota Bontang. Selain itu dalam kegiatan ini juga turut hadir Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Reklamasi dan Jasa Kelautan yang pelaksanaannya diketuai oleh Vito Yuwono.

Bertempat di Balai Sekaya Maritim (BSM) Bontang, kegiatan secara resmi dibuka oleh Najirah, Wakil Wali Kota Bontang. Dalam sambutannya Najirah menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur atas pelaksanaan kegiatan Usaha Produksi dan Pengolahan Garam ini.

“Garam yang ada di Bontang saat ini mayoritas berasal dari daerah Jawa dan Sulawesi, tidak menutup kemungkinan jika pengolahan usaha garam di wilayah Kaltim benar-benar dilaksanakan sesuai dengan arahan teknis pengolahannya, maka kita bisa bersaing baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” paparnya.

Selanjutnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Riza Indra Riadi, mengungkapkan bahwa peluang usaha garam di Kalimantan Timur khususnya di Kota Bontang masih sangat besar karena Indonesia sendiri masih melakukan impor garam hingga saat ini.

“Bontang ini terkenal dengan produksi ikan asinnya, sehingga kebutuhan akan garam masih cukup tinggi” ungkapnya.

Dilanjutkan keesokan harinya, Selasa (25/05/2021) sesi penyampaian materi dan diskusi dengan peserta dimoderatori oleh M. Ali Aripe, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut DKP Prov. Kaltim.

Rachmadian Noviansjah dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Prov. Kaltim menyampaikan materi tentang Mekanisme dan Alur Perizinan Melalui OSS untuk Proses Izin Lokasi Perairan dan Pengelolaan di Ruang Laut untuk Usaha Garam. Kemudian penyampaian materi dilanjutkan oleh Burhan Kurniawan dari Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kaltim, dan materi sesi terakhir disampaikan oleh Kustanto dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Tegal yang menjelaskan tentang tata cara produksi garam sistem tunnel dan cara pengolahannya, dari bahan baku hingga pengemasan.

Sebagai penutup peserta dibawa menuju Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Tanjung Laut untuk melihat lokasi tunnel garam.

“Dua tahun yang lalu kami sudah melakukan produksi garam sistem tunnel, akan tetapi karena sempat ada badai, tunnel-tunnel yang ada menjadi rusak,” ujar Ali Akbar, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Bontang. “Mudah-mudahan peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi cikal bakal masyarakat Bontang untuk bisa mengembangkan lagi usaha garam,” tambahnya.

KONTAK DKP
STATISTIK
Total Visitor
Hari Ini
Pengunjung Online
Tahun Lalu
© DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR