FGD RANCANGAN MODEL USAHA EKOWISATA PULAU KAKABAN DI KKP3K KDPS BERAU
Berdasarkan hasil diskusi ada beberapa hal yang disampaikan yaitu salah satunya dukungan Pemerintah Kabupaten Berau untuk pengelolaan KKP3K KDPS Berau antara lain : 1. Pembentukan Satgas pengelolaan KKP3K KDPS Berau 2. Kerjasama dengan apparat kecamatan dan masyarakat dalam hal pengawasan 3. Kerjasama dengan NGO, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu pintu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 4. Mengaktifkan kembali kelompok masyarakat pengelola daerah perlindungan laut melalui kegiatan sosialisasi, pembinaan dan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana ( P. Derawan, Tanjung Batu, Payung-Payung dan Batu Putih) 5. Meningkatkan kemampuan dan kompetensi tentang KKP3K khususnya bagi anggota satgas pengelola KKP3K, melalui pelatihan, bimtek dan diklat (GIZ, WWF, YKAN) Pariwisata berkelanjutan/ Ekowisata merupakan Pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat serta dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktifitas wisata di semua jenis destinasi wisata, termasuk wisata masal dan berbagai jenis kegiatan wisata lainnya. Adapun beberapa hal yang penting dalam menyusun strategi pengembangan usaha ekowisata berkelanjutan di Pulau Kakaban Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur yaitu: 1. Menganalisis kesesuaian dan daya dukung sumberdaya alam di Pulau Kakaban untuk pengelolaan ekowisata secara berkelanjutan 2. Menganalisis ketersediaan fasilitas dan kondisi daya tarik wisata (DTW) berdasarkan indikator aksesibilitas, atraksi dan amenitas3. 3. Merancang strategi pengembangan usaha ekowisata di Pulau Kakaban secara berkelanjutan Hasil dari Tim Survey Rancangan Model Usaha Ekowisata Pulau Kakaban di KKP3K KDPS Berau ditemukan Beberapa Biodiversitas Danau Kakaban terdiri dari Spesies ubur-ubur Danau Kakaban (ubur-ubur terbalik, ubur-ubur bulan, ubur-ubur totol, dan ubur-ubur kotak), Spesies Crustacea, 8 jenis ikan, sumberdaya Spons (Porifera), sumberdaya biota akuatik, sumberdaya tumbuhan air (alga laut dan epifit), dan 12 jenis mangrove (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Sonneratia alba, Lumnitzera littorea, Bruguiera gymnorrhiza, Xylocarpus granatum, Pandanus dubius, Pandanus Tectorius, Acrostichum aureum, Heritiera littoralis, Derris trifoliate) dan daerah pintu masuk untuk menuju Danau yang berada ditengah pulau kakaban terdiri dari Sisip, Tong Sepidu, Kehe Daeng dan tanah/kebun Sugianto..jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)






