BIMBINGAN TEKNIS DAN PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI PRODUKSI GARAM DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kaltim, H. Irhan Hukmaidy dalam Berbagainya mengatakan, meskipun Provinsi Kalimantan Timur bukan termasuk wilayah prioritas nasional dalam pengembangan garam, namun KUGAR Kersik pada tahun 2024 telah memproduksi garam 3,3 Ton dengan kualitas tinggi. “Ini tentu menjadi modal awal yang sangat baik untuk dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya. Narasumber yang dihadirkan diantaranya PT Inti Garam Borneo dan Instruktur dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi. Materi yang disampaikan meliputi teknik-teknik produksi garam, faktor teknis yang mempengaruhi produksi garam, alur produksi garam dengan Tunnel, hingga cara penggunaan alat Baumé meter. Achmad Santoso selaku Instruktur BPPP Banyuwangi menyampaikan motivasi khusus kepada para peserta, terutama para Ketua kelompok garam. “Ketua kelompok harus menjadi motor penggerak. Kalau ketuanya semangat, anggotanya akan ikut semangat. Semangat itu penting agar produksi bisa terus meningkat,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat pesisir semakin berdaya dan usaha garam rakyat dapat menjadi penopang ekonomi daerah yang berbasis sumber daya kelautan.





