Sosialisasi Rehabilitiasi Ekosistem Mangrove di Balikpapan
Monitoring pemanfaatan Bantuan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilakukan terhadap aspek dengan melakukan pencapaian tujuan Status dan Kondisi Penanaman Mangrove, Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi mangrove. Integrasi dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kawasan mangrove, Adanya pembinaan/peningkatan kompetensi terkait bantuan yang diterima baik dari instansi pusat atau lainnya serta apakah penerima bantuan / masyarakat memberikan laporan pengelolaan bantuan sesuai ketentuan, dan aspek adaptasi dengan kegiatan pengembangan dan pengelolaan ekosistem mangrove di lokasi rehabilitasi penanaman mangrove. Beberapa issue pengelolaan wilayah peisisir kota Balikpapan yaitu : Wilayah pesisir memiliki keterkaitan fungsional yang erat antara daratan dan laut, pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut yang beragam (dapat menimbulkan berbagai konflik), wilayah pesisir dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat dengan preferensi yang berbeda, adanya sifat common property dan rejim open access dari sumberdaya pesisir dan laut Salah satu upaya untuk mengatasi ancaman terhadap ekosistem pesisir dan laut adalah melalui Kawasan Perlindungan /Kawasan Konservasi Pesisir dan Laut yaitu mengupayakan perlindungan ekosiste pesisir dan laut, memulihkan fungsi dan integritas ekosistem, mencegah penurunan keanekaragaman hayati, mencegah penurunan kualitas lingkungan, menjamin keberlanjutan pendayagunaan sumberdaya dan ekosistem secara lestari/sustainable. Mangrove sebagai blue carbon merupakan salah satu aksi mitigasi perubahan iklim, dimana mangrove mampu menyerap karbon lebih tinggi dan mampu menyimpan karbon hingga jutaan tahun melebihi kemampuan hutan tropis di daratan.
.jpeg)
.jpeg)






