Workshop Jenis Ikan dan Biota Laut yang dilindungi
Workshop Jenis Ikan dan Biota Laut yang Dilindungi Hiu Paus (Rhincodon typus) ini sangat penting dalam konservasi sumber daya ikan. Perlunya perlindungan terhadap ikan Hiu Paus karena beberapa faktor antara lain : secara biologi ikan Hiu Paus mempunyai usia reproduksi yang lama (umur pertama kali memijah diperkirakan sekitar 30 tahun), fekunditas rendah, jumlah anakan sedikit, dan berukuran besar (± 12 meter), sebagai penyeimbang ekosistem perairan, indikator kesehatan ekosistem perairan, mempunyai potensi ekonomi yang lebih tinggi sebagai aset wisata dibandingkan untuk konsumen, bukan menjadi sasaran penangkapan ikan. Ancaman terhadap keberadaan ikan Hiu Paus antara lain : pertumbuhan yang sangat lambat sehingga rentan terancam punah, sering terkena dampak aktivitas perikanan (bycatch), pencemaran lingkungan sering menjadi penyebab terdamparnya Hiu Paus, kurangnya kesadaran agar masyarakat melepaskan Hiu Paus yang tertangkap kembali ke perairan. Perairan Talisayan dapat dikembangkan menjadi ekowisata sebagai tempat munculnya Hiu Paus secara rutin. Pemantauan kemunculan Hiu Paus dan mencatatnya setiap hari pada musim kalender dapat dijadikan dasar dalam pembuatan suatu kebijakan pengelolaan ekowisata Hiu Paus yang sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku untuk kesejahteraan seluruh masyarakat, khususnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Photo Identification (Pierce, 2007) adalah metode pengambilan data untuk menentukan individu Hiu Paus yang bermanfaat dalam membedakan dengan individu lain. Metode Foto ID pada dasarnya adalah melakukan pengambilan gambar menggunakan kamera bawah air pada pola totol putih antara insang ke-5 hingga ujung sirip dada pada bagian tubuh kanan dan kiri Hiu Paus.









