Kunjungan Kelompok Tenaga Ahli Jerman Indonesia Ex TAD ke UPTD Sentral Pembenihan Air Payau dan Air Laut (SPAPAL) Sebulu
Dalam mempelajari/melihat kembali hasil
proyek kerjasama Pemerintah Jerman dan Pemerintah Indonesia di wilayah Mahakam
Tengah, dulu termasuk Kabupaten Kutai, Provinsi Kalimantan Timur dalam Proyek
Transmigrasi dan Pengembangan Wilayah - (Transmigration and Area Development)
yang dikenal dengan TAD yang dimulai pada tahun 1977 sampai tahun 1986,
mantan Team Leader dan beberapa tenaga ahli/staff Jerman dan Indonesia TAD
berinisiatif untuk melakukan kunjungan ke Provinsi Kalimantan Timur dan
berdialog dengan pihak-pihak terkait dan melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah
dimana pernah ada kegiatan TAD khususnya UPTD SPAPAL Sebulu (Ex BBI Sebulu). Dr. Bernhard May menuturkan “Dulu
Keramba/Jaring Apung hanya sedikit kemudian dalam waktu 10 Tahun sudah ada
1.000 Keramba/Jaring Apung, dimana proyek TAD berkonsentrasi pada Mahakam
Tengah dan di BBI Sebulu ini yang menjadi penyedia bibit tersebut dan disuplai
dari stasiun ini ke daerah-daerah transmigrasi di Sebulu dan Teluk Dalam serta
kepeda petani Ikan”. “Kita mengucapkan selamat datang di UPTD
Sentral Pembenihan Air Payau dan Air Laut (SPAPAL) Sebulu dan kami merasa
sangat bangga dan terhormat karena bisa bertemu dengan pendiri balai ini. UPTD SPAPAL
Sebulu (Ex BBI Sebulu) merupakan salah satu Proyek TAD dan sekarang sudah
menjadi salah satu UPTD dari Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kaltim. UPTD
SPAPAL Sebulu saat ini memproduksi benih/bibit ikan seperti benih Ikan Papuyu,
Biawan, Haruan, Jelawat, Belida, Patin, Lele, Nila, Mas, Udang Galah, Udang
Windu (di Muara Badak), Nila Salin (di Muara Badak).”Penjelasan Kepala UPTD.












