SOSIALISASI PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN WISATA BAHARI DAN WISATA PANTAI DI KOTA BALIKPAPAN

BALIKPAPAN - Dalam rangka mengembangkan potensi wisata bahari di Kalimantan Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur pada Senin, 28 Juni 2021 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengembangan dan Pembangunan Wisata Bahari dan Wisata Pantai di Kota Balikpapan.

 

Peserta terdiri dari para pelaku usaha wisata bahari, Pushidrosal, Lanal, Polairud, kelompok nelayan/pembudidaya, dan pemerhati lingkungan. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Reklamasi dan Jasa Kelautan yang pelaksanaannya diketuai oleh Vito Yuwono. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kalimantan Timur, Riza Indra Riadi.

 

“Pengelolaan kawasan wisata bahari dan wisata pantai diharapkan nantinya dapat dikembangkan menjadi desa wisata bahari atau Dewi Bahari”, ungkapnya. Selain itu dengan pengelolaan berbasis masyarakat dan mengedepankan potensi lokal diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi dari pemanfaatan jasa sumberdaya kelautan dan perikanan.

 

Dilanjutkan keesokan harinya, Selasa (29/06/2021) sesi penyampaian materi dan diskusi dengan peserta dimoderatori oleh M. Ali Aripe, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut DKP Prov. Kaltim. Pemateri yang dihadirkan diantaranya Dinas Pariwisata Prov. Kaltim, Ahmad Herwansyah, Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Prov. Kaltim, Rachmadian Noviansjah, Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kaltim, M Chamidin, serta dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Tatang Priatna. Selain itu, turut hadir sebagai narasumber, Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Miftahul Huda, yang menyampaikan materi secara online.

 

“Semua pihak bisa mendapatkan keuntungan dan investasi pun bisa tetap berlanjut ketika masyarakat lokal mempunyai peran besar dalam pembangunan destinasi maupun atraksi wisata bahari”, ujarnya. Selain itu Miftahul Huda juga mengungkapkan bahwa masyarakat lokal yang memanfaatkan perairan harus menjadi prioritas dan harus difasilitasi oleh pemerintah.

 

Sebagai penutup rangkaian acara, peserta diajak untuk mengikuti field trip wisata bahari di Mangrove Center Graha Indah Balikpapan. Agus Bei sebagai pendiri sekaligus penggagas Mangrove Center Graha Indah telah berhasil menjaga dan mengelola hutan mangrove sebagai habitat Bekantan (Nasalis larvartus) sehingga tetap lestari dan berpotensi untuk dijadikan sebagai Desa Wisata Bahari. Dengan pengelolaan berbasis masyarakat lokal, masyarakat merasa ikut andil dalam memelihara serta merehabilitasi kawasan mangrove sehingga diharapkan bisa berdampak pada perputaran sektor ekonomi.

 

KONTAK DKP
STATISTIK
Total Visitor
Hari Ini
Pengunjung Online
Tahun Lalu
© DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR