Balikpapan, 22 Februari 2023 |
Sesuai
dengan tema Forum PD bidang kelautan dan perikanan tahun 2023 yaitu “pemanfaatan
potensi kelautan dan perikanan
dalam rangka meningkatkan investasi, produksi
& daya saing ekspor di
provinsi kalimantan timur” sesuai major
project dinas kelautan dan perikanan provinsi kalimantan timur tahun 2024-2026
yaitu pengembangan perikanan komoditas unggulan dimana hal ini sesuai dengan
indikator kinerja yang akan dicapai pada tahun 2023 laju pertumbuhan ekonomi. Diharapkan dinas kelautan dan perikanan prov.
Kaltim dan dinas perikanan kab/kota dapat berperan aktif dalam menghadapi
permasalahan dan tantangan global. Untuk itu, pembangunan
regional di bidang kelautan dan perikanan ke depan menjadi satu diantara bidang
unggulan, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi
baik daerah maupun nasional terutama
peningkatan produksi, pendapatan dan kesejahteraan, khususnya masyarakat
perikanan.
Dengan
adanya kebijakan kelautan dan perikanan tentang kelestarian sumberdaya ikan dan
sumberdaya lainnya, maka didalam pengelolaannya harus memperhatikan azas pembangunan yang “berkelanjutan”. Pemerintah daerah akan mendukung sepenuhnya azas tersebut. Saya harapkan dinas kelautan dan perikanan segera melakukan
pembinaan, sosialisasi terhadap peraturan
perundang-undangan yang berlaku kepada pelaku usaha perikanan, seperti pelarangan praktek illegal fishing, dan pelarangan ekspor
komoditi perikanan
dengan
ukuran tertentu.
Pembangunan
perikanan yang berkelanjutan (sustainable
fisheries) sebagai aktifitas perikanan yang terus menerus dikerjakan, saya
minta untuk dapat dilakukan pada tingkat yang wajar serta menjaga ekosistem
alami sebagai syarat mutlak untuk menjamin keberlanjutan perikanan, dengan
mempertimbangkan aspek ekologi, aspek sosial dan aspek ekonomi.
Permasalahan
paling utama yang menjadi penyebab perikanan belum berjalan secara
berkelanjutan adalah belum maksimalnya sistem pengelolaan perikanan (fisheries management system) baik
perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Pengelolaan perikanan yang belum
maksimal, baik secara langsung maupun tidak langsung, tentunya akan menimbulkan
ketidakteraturan dan tidak terkendalinya usaha perikanan, yang pada akhirnya
akan menyebabkan aktifitas perikanan menjadi tidak berkelanjutan. Dengan
demikian, agar perikanan yang berkelanjutan tersebut dapat segera terwujud,
maka tentunya harus diimbangi dengan regulasi dan kebijakan yang tepat dan
efektif, seperti diterbitkannya;
- Undang-undang nomor 45
tahun 2009 tentang perikanan, untuk mengimplementasikan penangkapan ikan
terukur salah satunya melalui peningkatan peran pelabuhan perikanan sebagai
garda terdepan pendaratan ikan untuk menerapkan pemungutan penerimaan negara
bukan pajak (pnbp) pascaproduksi dan
sistem kontrak.
- Peraturan menteri kelautan dan perikanan
nomor 2 tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak
ramah lingkungan.
- Peraturan menteri kelautan dan perikanan
nomor 56 tahun 2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster (panulirus), kepiting (scylla), dan rajungan (portunus) dari wilayah negara republik
indonesia.
- Peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor
16 tahun 2022 perubahan atas peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 17 tahun 2021 tentang pengelolaan lobster (panulirus), kepiting (scylla),
dan rajungan (portunus) di wilayah negara
republik indonesia.
- Peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 47 tahun 2021 tentang kampung perikanan budidaya, tujuan
pengembangan tersebut; mengembangkan komoditas unggulan dan/atau komoditas lokal endemik
untuk mencegah kepunahan, mewujudkan kegiatan usaha perikanan budidaya yang
terhubung mulai dari sarana prasarana produksi budidaya, sarana prasarana pasca
panen, pengembangan skala usaha para pelaku usaha, dan pasar, meningkatkan
produksi dan produktivitas perikanan budidaya, meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan pembudi daya ikan, meningkatkan partisipasi masyakarat lokal.
- Dalam percepatan pembangunan kelautan dan
perikanan provinsi kalimantan timur, harus mampu memacu peningkatan produksi
yang saat ini permintaannya cukup besar, baik untuk konsumsi dalam negeri
maupun untuk kebutuhan pasar internasional. Komoditas perikanan yang bernilai ekonomi tinggi yang harus dikembangkan dari sektor budidaya adalah seperti udang windu, kerapu, rumput laut, nila, mas, lele, patin dan bandeng,
sedangkan untuk perikanan tangkap diarahkan pada komoditas yang menjadi
permintaan pasar seperti jenis kakap, kepiting, bawal putih dan udang.
- Dalam rangka
mendukung rpd kaltim tahun 2024-2026 bidang
kelautan dan perikanan masuk pada aspek ekonomi wilayah, dengan tujuan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang
berkualitas, selaras dengan program dinas kelautan dan perikanan provinsi kalimantan
timur, maka satu diantara upaya yang dikembangkan
adalah pemberdayaan
unit
pembenihan rakyat, budidaya perikanan dan penangkapan ikan yang ramah lingkungan, dengan ditunjang oleh pengolahan
hasil perikanan yang berbasis
industrialisasi.
Dengan
pengelolaan kelautan dan perikanan kaltim yang berkelanjutan tersebut
diharapkan dapat mengurangi berbagai macam permasalahan, diantaranya:
- Mengurangi tingkat kemiskinan.
- Penyerapan tenaga kerja sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran.
- Meningkatkan pendapatan masyarakat perikanan,
dan
- Berkembangnya usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Untuk percepatan pembangunan bidang kelautan dan perikanan tidak terlepas
dari peran aktif dinas/badan terkait lainnya, oleh karena itu saya minta kepada dinas/badan yang terlibat, dapat mendukung sepenuhnya program/kegiatan dinas kelautan
dan perikanan, terutama:
- Dinas pekerjaan
umum untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana, terutama pembangunan pelabuhan perikanan/pangkalan
pendaratan ikan, jalan dan saluran irigasi di kawasan sentra-sentra perikanan.
- Lembaga
keuangan / perbankan untuk mendukung tersedianya modal nelayan, pembudidaya dan penguatan daya saing produk hasil perikanan.
- Dinas
perindustrian, perdagangan koperasi dan umkm untuk mendukung pengembangan
kemitraan usaha bersama/pengembangan jaringan usaha.
- Peran mitra
kerja terkait dalam hal pembangunan kelautan dan perikanan menuju kalimantan
timur yang berdaulat.

Bahan/Materi:
https://qrco.de/ForumPD2023